Berita Tersimpan

Data disimpan di browser perangkat Anda

0
Breaking News
Memuat berita terbaru...

Pemerintah Daerah dan Penegak Hukum Tegaskan Sikap Netral Dalam Audiensi PSHT, Hak “Kelas 41” Diakui Sah Secara Hukum

JurnalSHTerateJakarta.or.id
Editor: Heripur • 24 April 2026

JurnalSHTerateJakarta.or.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanjung Jabung Timur memfasilitasi audiensi terkait organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Jumat (25/4/2026).

Pertemuan yang digelar di kantor Kesbangpol ini dimediasi oleh Kepala Kesbangpol Tanjung Jabung Timur, Zekky Zulkarnaen. Audiensi juga dihadiri oleh unsur kepolisian, TNI, perwakilan pemerintah daerah, dan KONI.

Audiensi ini mempertemukan dua kubu, yakni pihak PSHT Muhamad Taufik yang diwakili oleh Andi dan PSHT Pusat Madiun yang dipimpin oleh Moerdjoko HW diwakili oleh Dr. Wargo, M.Pd., Dewan Cabang, Karyono, S.E., dan Ketua Pamter Widodo, S.PKP., S.E.

Agenda utama audiensi adalah membahas sejumlah isu terkait organisasi PSHT, dengan fokus pada status badan hukum (BH) dan pengakuan dari PB IPSI. Diskusi sempat memanas dengan adanya perbedaan pandangan antara kedua pihak, yang saling mengemukakan klaimnya terkait pengakuan hukum organisasi tersebut.

Namun, meskipun ada perdebatan, kesepakatan belum tercapai hingga akhir pertemuan. Zekky Zulkarnaen, dalam kesempatan itu, menekankan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi proses hukum yang masih berlangsung.

“Silakan mengikuti proses hukum yang berjalan. Yang terpenting adalah menjaga hubungan baik dan kondusivitas di masyarakat,” ujar Zekky.

Pihak kepolisian yang hadir dalam audiensi juga mengapresiasi langkah Kesbangpol yang memfasilitasi pertemuan ini untuk menjaga stabilitas daerah. Polisi berharap seluruh pihak bisa menahan diri dan tetap menjaga ketertiban.

Ketua KONI Tanjung Jabung Timur, Rustam, menegaskan bahwa dalam pembinaan olahraga, khususnya pencak silat, pihaknya akan tetap netral dan tidak berpihak pada kelompok manapun.

“Semua atlet adalah putra-putri daerah. Kami tidak membeda-bedakan dalam pembinaan,” kata Rustam.

Meski diwarnai perbedaan pandangan, audiensi berlangsung dengan suasana kondusif. Pemerintah daerah berharap komunikasi antar pihak dapat terus terjalin untuk menjaga ketentraman dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.